Rabu, 10 November 2010

19 Nopember ---22 April

---istriku
di tepi malam, masih langit yang terus meluas.
Segala yang putih bagai komposisi benda-benda di kamar kita yang sederhana.

Kalau sejenak kau hikmati; suara desah daun anggur, gerimis, dan cahaya lampu bulan Nopember. Rindu kita diam-diam mengusik angin di daun-daun mangga itu.

Hujan masih kembara. Kusematkan sebutir gerimis di lengkung kulitmu yang putih. Apa yang bisa kukatakan, sebab cinta memang tak mewakilkan dirinya pada ungkapan.
Kesejatian ini bagai rona merah senyum anak kita. Putih seperti daging duren. Dan berdoa senantiasa.

Banyuwangi, Nopember 2009-2010

(mengawali kado ulang tahun dan kado perkawinan yang selalu kita rayakan dengan hidangan rambutan yang ranum)
Ofiq

Tidak ada komentar:

Posting Komentar